PADANG, HALUAN — MUI Sumbar dan Ormas Islam kecewa
dengan tidak hadirnya Fauzi Bahar pada rapat pembahasan izin investasi
Lippo Group di Masjid Nurul Iman, Padang, Rabu (4/12) malam. Fauzi Bahar
berjanji menghadiri rapat tersebut pada pukul 21.30 WIB. Namun ketika
ditunggu sampai pukul 00.00 WIB, Walikota Padang itu tidak kunjung
datang.
Rapat tersebut dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari MUI
Sumbar, MTKAAM Sumbar, Forum Masyarakat Tolak Siloam, ormas islam, Forum
Mahasiswa Tolak Siloam, tokoh masyarakat dan tokoh adat, serta tamu
dari Jakarta.
“Pertemuan ini terkesan mendadak karena ada massa dari rantau untuk
membicarakan tentang perizinan pembangunan Siloam di Padang. Menurut
perjanjian, walikota akan datang pada pukul 21.30 WIB, kemudian ditunda
sampai pukul 22.30. Kita akan tunggu sampai pukul 00.00. Kalau tak
datang juga, berarti tak ada peluang lagi untuk bertemu dengan cara
musyawarah. Kami tidak bisa lagi menahan mahasiswa dan ormas islam
untuk mengambil langkah yang lain untuk bertemu walikota,” ujar
Gusrizal Azhar, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar.
Ia menjelaskan, pertemuan diadakan untuk membantah kabar yang
menyebutkan, MUI Sumbar tidak memberikan forum pertemuan antara
Walikota Padang dan ormas islam. “Dengan adanya pertemuan ini, tidak
ada lagi pemberitaan di media bahwa MUI Sumbar tidak sediakan forum
pertemuan antara walikota Padang dan ormas islam,” tegasnya.
Ketika MUI Sumbar dan ormas islam sedang menunggu, yang datang malah
Badan Koordinasi Nasional (Bakornas). Ketua Bakornas, Husni Hadi membawa
kabar, Fauzi Bahar menyatakan mencabut izin pembangunan Siloam. “Tadi
kami sudah berunding dengan walikota di rumah dinasnya. Di sana ia
mengatakan bahwa ia siap mencabut izin pembangunan Siloam, asalkan
dengan musyawarah. Alasan pencabutan tersebut adalah karena
pembangunan Siloam tidak sesuai dengan kearifan lokal Minangkabau,
yakni Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” sebutnya.
Kedatangannya ke Padang, kata Husni Hadi, adalah sesuai fungsi
lembaganya, yakni menjaga keutuhan NKRI dari berbagai aspek, agar
lintas pihak tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang akan merusak nilai
budaya bangsa. Ia turun ke Padang karena melihat kemelut yang terjadi
akibat pro-kontra pembangunan investasi Lippo Group di Padang.
Ketika ditanya kenapa Fauzi Bahar tidak menghadiri pertemuan
tersebut, Husni menjawab, Fauzi Bahar baru pulang dari Pasaman Barat, di
rumahnya saat itu sedang banyak tamu yang datang mengucapkan selamat
karena kota Padang keluar sebagai juara MTQ XXXV Tingkat Sumbar di
Pasaman Barat.
Karena tidak ada pernyataan resmi dari Fauzi Bahar, MUI Sumbar dan
ormas islam memberikan surat pencabutan izin pembangunan Siloam kepada
Fauzi Bahar melalui Bakornas, untuk ditandatangani oleh walikota Padang.
Sementara itu, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar, Gusrizal Azahar
mengatakan, kalau walikota Padang ingin mencabut izin pembangunan
Siloam, Alhamdulillah. Kalau walikota menginginkan pencabutan tersebut
di hadapan forum, pihaknya siap menyediakan forum yang menghadirkan
ormas islam, tokoh masyarakat bahkan massa sebanyak yang demo tempo
hari, untuk mendengarkan pencabutan tersebut. Jika itu terjadi,
pihaknya akan menjadikan hari itu hari syukur bersama.
Kalau Walikota tidak mencabut izin tersebut, tegas Gusrizal, seperti
yang ia katakan sebelumnya, MUI Sumbar tidak bisa lagi menahan umat
untuk melakukan hal-hal yang agresif. Hal tersebut terbukti dengan
rencana mahasiswa yang akan demo pada Kamis (5/12), namun diundur karena
ada rencana walikota mencabut izin Siloam.
MUI Sumbar dan Ormas islam masih menunggu Fauzi Bahar mengeluarkan
surat resmi atau SK pencabutan izin pembangunan Siloam di Padang.
Ketika kabar yang menyebutkan bahwa Fauzi Bahar siap mencabut izin
pembangunan Siloam, dikonfirmasi kepada Fauzi Bahar, sampai berita ini
diturunkan, Fauzi Bahar tidak bisa dihubungi. Informasi yang dihimpun
Haluan, Fauzi Bahar berangkat ke Jakarta pada Kamis (5/11) pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar